DESKRIPSI LETAK KESALAHAN BERDASARKAN NEWMAN ERROR HIERARCHY PADA PENYELESAIAN SOAL CERITA SISWA REFLEKTIF

Ulfiana Yusuf

Sari


Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif bersifat kualitatif yang dilaksanakan di SMP Pesantren IMMIM Putera Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan letak kesalahan menyelesaikan soal cerita siswa yang bergaya kognitif reflektif berdasarkan Newman error hierarchy. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) tes gaya kognitif konseptual tempo atau MFFT (Matching Familiar Figures Tes), (2) tes masalah soal cerita, dan (3) pedoman wawancara yang semi terstruktur atau terbuka. Pengumpulan data dilakukan dengan tes tertulis dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 2 orang siswa dengan kategori reflektif dan impulsif. Hasil Penelitian ini adalah (1) Letak kesalahan yang sering dilakukan siswa reflektif dalam menyelesaikan soal-soal matematika yang berbentuk cerita adalah transformation error dan process skill error (2) Letak kesalahan yang sering dilakukan siswa impulsif dalam menyelesaikan soal-soal matematika yang berbentuk cerita adalah comprehension error, transformation error dan process skill error sedangkan jenis (3) Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh siswa reflektif dalam menyelesaikan soal cerita adalah salah dalam membuat model matematika; dan (4) Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh siswa impulsif dalam menyelesaikan soal cerita adalah salah dalam menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan dari soal dan salah dalam membuat model matematikanya.

Kata Kunci: Newman Error Hierarchy, Reflektif, Impulsif

Teks Lengkap:

Tidak berjudul

Referensi


Arikunto, Suharsimi. 1998. Manejemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

Anonim. 2009. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

Clements, M. A. (Ken), & Ellerton, Nerida F. 1996. The Newman Procedure for Analysing Errors on Written Mathematical Tasks (Online). The University of Newcastle: Faculty of Education. http://compasstech.com.au/ARNOLD/PAGES/newman.htm di unduh tanggal 26/12/2012

Hasratuddin. 2008. Permasalahan Pembelajaran Matematika Sekolah dan Alternatif Pemecahannya (Online). http://journal.uny.ac.id/index.php/pythagoras/article/view/688. di unduh tanggal 26/12/2012.

Herawati. 2004. Analisis Kemampuan Siswa Sekolah Menengah Pertama dalam Menerjemahkan Soal Cerita ke dalam Model Matematika dan penyelesaiannya. Tesis pada Program Pasca Sarjana UPI Bandung: Tidak diterbitkan. (Online) http://www.repository upi.edu. Diakses 21/10/2012

Nasution. 2000. Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar dan Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Rahman. 2009. Profil Pengajuan Masalah Matematika Berdasarkan Gaya Kognitif. Surabaya: PPs UNESA.

Russefendi. 1988. Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya Dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. Bandung Tarsito.

Santrock, J.W. 2010. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Kencana

Saptuju. 2005. Meningkatkan Kemampuan Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika melalui Belajar Kelompok Kecil dengan Pendekatan Problem Solving. Tesis pada Program Pasca Sarjana UPI Bandung: Tidak diterbitk an. (Online) http://www.repository upi.edu. Diakses 21/10/2012

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Soedjadi. 2000. Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia: Konstalasi Keadaan Masa Kini Menuju Harapan Masa Depan. Departemen Pendidikan Nasional. Pusat sains dan Matematika Sekolah: Universitas Negeri Surabaya.

Anonim. 2007. Masalah Konstektual Sebagai Batu Sendi Matematika Sekolah. Departemen Pendidikan Nasional, Pusat sains dan Matematika Sekolah: Universitas Negeri Surabaya.

Sugiyono. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Syafik, Abu. Penerapan Pola Latihan Berjenjang dalam Menyelesaikan Soal Cerita. Program Studi Pendidikan Matematika. FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo. (online). Diakses tanggal 30 Juli 2013.

Warli. 2008. Pentingnya Memahami Gaya Kognitif Impulsif Vs Reflektif Bagi Guru. Jember: Lembaga Penelitian IKIP PGRI

Anonim. 2009. Jurnal Paedagogi: Proses Berfikir Anak Reflektif dan Anak impulsif dalam Memecahkan Masalah Geometri. UNIROW Tuban

Anonim. 2010. Kemampuan Matematika Anak Reflektif dan Anak Impulsif. Malang

Anonim.2012. Scaffolding Sebagai Strategi Pembelajaran Matematika Bagi Anak Bergaya Kognitif Impulsif atau Reflektif. Malang

White, Alan. L. 2005. Active Mathematics In Classrooms: Finding Out Why Children Make Mistakes – And Then Doing Something To Help Them. University of Western Sydney (Online). http://www.decd.sa.gov.au/northernadelaide/ files/links/newman2.pdf. diunduh tanggal 2 Desember 2012.

Witkin, C. A. More. D. R. Goodenough, P. W. Cox. 1977. Field Dependent and Fild Independent Cognitive Styles and Their Educational Implications. Review of Education Research.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.