Keragaman Perakaran, Tajuk serta Korelasi Terhadap Hasil Kedelai pada Berbagai Kombinasi Interval Penyiraman dan Dosis Bahan Organik

Lusia Danga Lewu, Yonce Melyanus Killa

Sari


Produktivitas kedelai yang optimal terutama harus didukung oleh sistem perakaran dan perkembangan tajuk yang baik pula. Keterbatasan air dan bahan organik menjadi salah satu kendala di lahan penanaman kedelai yang seringkali menjadi faktor penghambat dalam mempertahankan hasil kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan perakaran dan tajuk serta korelasi terhadap hasil kedelai pada berbagai kombinasi interval penyiraman dan dosis bahan organik. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri atas 15 kombinasi perlakuan dari interval penyiraman (2, 4, 6, 8 dan 10 hari), dan dosis bahan organik (0,10 dan 20 ton/ha). Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat kering akar (5,09 g), tajuk (16,90 g) dan biji/tanaman (23,10 g) tertinggi diperoleh pada perlakuan interval penyiraman 2 hari, dosis bahan organik 20 ton/ha. Berat kering akar dan tajuk memiliki hubungan keeratan yang kuat (nilai korelasi : 0,7357) sedangkan berat kering tajuk dan biji/tanaman memiliki hubungan keeratan yang sangat kuat (nilai korelasi : 0,8839).

Kata kunci : Kedelai, Keragaan, Interval penyiraman, Bahan organik

Teks Lengkap:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.30605/perbal.v8i3.1541

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.