Teknologi Aquaponik Tanaman Tomat dan Ikan Nila pada Tiga Jenis Media Tanam dan Frekuensi Pemupukan

Ria Megasari, Dody D. Trijuno

Sari


Kebutuhan akan sayur dan ikan yang aman dan sehat untuk dikonsumsi oleh masyarakat meningkat seiring dengan meningkatnya pertambahan penduduk sedangkan produksi produk pertanian semakin rendah karena keterbatasan lahan, tingginya biaya produksi, dan kurangnya tenaga kerja di bidang pertanian. Makanya penggunaan lahan terbatas masih diupayakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, salah satunya adalah teknik aquaponik yang merupakan sistem terpadu yang memadukan sayur dan ikan di lahan terbatas yang ramah lingkungan. Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui jenis media tanam dan frekuensi pemupukkan yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) dan ikan nila (Oreochromis sp). Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT). Petak utama yaitu jenis media tanam terdiri atas 3 taraf: krikil ; arang dan krikil + arang. Anak petak yaitu frekuensi pemupukan terdiri dari 3 taraf yaitu :tanpa nutrisi (Nutrisi dari kolam ikan); pemberian nutrisi per 3 hari dan pemberian nutrisi per 5 hari dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis media tanam arang dengan pemberian nutrisi per 3 hari memberikan hasil terbaik terhadap parameter bobot buah pertanaman yaitu 125,56; dan perlakuan media arang tanpa nutrisi (m2p0) pada parameter tingkat kelangsungan hidup ikan sebesar 99,11%. Perlakuan jenis media arang menghasilkan jumlah buah tanaman sebesar 20,67. Frekuensi pemupukan dengan pemberian nutrisi per 3 hari, memberikan tanaman tertinggi yaitu 100, 49 cm.

Kata kunci: akuaponik, tomat, media tanam, pemupukan, ikan nila

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anonim. (2014). Konsumsi Sayur Indonesia Di Bawah Standar FAO.Surat Kabar Online Harian Umum Pelita. http://www.pelita.or.id/2014/05/18. Diakses pada tanggal 21 Juni 2017.

Anonymous. (2007). Ragam Media Tanam.http://warintek.progressio.or.id/Diakses pada tanggal 31 Agustus 2015.

Arham dkk. (2014). Frekuensi Pemberian Pupuk Organik Cair Dan Berbagai Jenis Mulsa Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium Ascalonicum l.) Varietas Lembah Palu. e-J. Agrotekbis 2 (3) : 237-248.

Buckman H.O.& Brady N.C. (1982). Ilmu Tanah (Terjemahan Soegiman). Bharata karya Aksara. Jakarta.

Diver S. (2006). Aquaponics – Integration of Hydroponics with Aquaculture. National Sustainable Agriculture Information Service, Australia.

Ecolife Foundation. (2011). Introduction to Village Aquaponics. ECOLIFE, 324 State Place, Escondido, CA 92029.25 hlm.

Emilia R. dkk. (2014). Efektifitas Sistem Akuaponik dalam Mereduksi konsentrasi Amonia pada system Budidaya Ikan. Jurnal rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan 3(1):297-301.

Fairuddin R. (2012). Pertumbuhan dan hasil Dua Kultivar Selada (Lactuca sativa L) dalam Akuaponika pada Kolam Gurami dan Kolam Nila.Fak.Pertanian.UGM.Yogyakarta.

Haryono A. dkk. (2002). Iktiofauna di Perairan Sekitar Gunung Kabela Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Sulawesi Utara.Jurnal Iktiologi Indonesia, 2(2): 31-40.

Indraprahasta G. S. (2013). The Potential of Urban Agriculture Devolopment in Jakarta.Procedia Environmental Sciences 17:11 – 19.

Jangkaru Z. dkk. (1991). Petunjuk Teknis Budidaya Ikan Nila. Puslitbang Perikanan, Badan Litbang Pertanian.

Marliah A. dkk. (2012). Pemanfaatan Pupuk Organi Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Tomat (Lycopersicum esculentum Mill). Jurnal Agrista, 16(3): 122-128.

Nicholss R.E. (1996). Hidroponiktanaman tanpa tanah disadur dari Beginning Hidroponic Soilless Gardening, Dahara Prince. Semarang.

Putra I. dkk. (2010). Penyerapan Nitrogen dengan Medium Filter Berbeda pada Pemeliharaan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dalam sistem Resirkulasi.Thesis. Program Pascasarjana IPB.

Putra I. dkk. (2013). Peningkatan Kapasitas Produksi Akuakultur Pada Pemeliharaan Ikan Selais (Ompok sp) Sistem Akuaponik. Jurnal Perikanan Dan Kelautan Fak. Perikanan dan Kelautan Riau.18 (1) : 1 – 10.

Rizqiani N., ErlianaF. A. & Nasih W.Y. (2007). Pengaruh Dosis dan Frekuensi Pemberian pupuk Prganik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Buncis. Jurnal Ilmu tanah dan Lingkungan VII (1): 43-45.

Saparinto C. & Susiana R. (2014). Panduan Lengkap Budidaya Ikan dan Sayuran dengan sistem Akuaponik. Lily Publisher. Yogyakarta.

Simanungkalit R. D. M. dkk. (2006). Pupuk Organik dan PupukHayati. Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian. Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor. Jawa Barat.

Sutiyoso Y. (1996). Pengaruh Media Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Anggrek. PAL. Jakarta.

Taufik. (2010). Laporan Hasil Penelitian Ketahanan Pangan-Uji Multi Lokasi pada Budidaya Ikan Nila dengan Sistem akuaponik.

Wijayani A. (2000). Budidaya paprika secara hidroponik: Pengaruhnya terhadap serapan nitrogen dalam buah. Agrivet (4): 60-65.

Wijayanti E. & Anas D. S. (2013). Pertumbuhan dan Produksi Dua Varietas Tomat (Lycopersicum escelentum Mill) secara Hidroponik dengan beberapa Komposisi Media Tanam. Bul. Agrohorti 1(1) :104 – 112




DOI: http://dx.doi.org/10.30605/perbal.v8i2.1534

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.