PENGARUH SENYAWA BIOFUMIGAN DARI LIMBAH KUBIS-KUBISAN TERHADAP PENURUNAN KONSENTRASI SPORA PHYTOPHTHORA PALMIVORA DAN PENINGKATAN PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO

Hishar Mirsam, Masluki Masluki, Mutmainnah Mutmainnah

Sari


Saat ini perkembangan kakao di Sulawesi selatan terutama dalam bentuk perluasan areal tanaman kakao tiga tahun terakhir berfluktuatif. Salah satu faktor penyebab utama ketidak stabilan produksi kakao di Sulawesi Selatan ialah penerapan teknologi produksi di tingkat petani yang masih rendah dan adanya serangan penyakit busuk buah kakao, hawar daun, dan kanker batang yang disebabkan oleh cendawan Phytophthora palmivora. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh limbah kubis-kubisan dalam mengurangi konsentrasi spora P. palmivora dan meningkatkan pertumbuhan bibit kakao . Limbah kubis-kubisan yang diperoleh dicacah dengan ukuran ± 1 cm dan diinkubasi selama 2 minggu dalam kondisi anaerob. Media tanah disterilisasi menggunakan autoklaf pada suhu 121 oC. Limbah kubis-kubisan yang telah diinkubasi dicampurkan dengan media tanah steril sebanyak 5 kg per polybag, dengan perlakuan sebagai berikut: 1.00 kg, 1.50 kg, 2.00 kg, 2.50 kg, dan kontrol. Setelah itu, isolat P. palmivora yang berumur 7 hari disuspensikan dengan 100 ml akuades. Kemudian, suspensi P. palmivora yang mengandung 106 spora/ml diinokulasikan sebanyak 1 ml pada bibit kakao klon MCC02 berumur 27 hari dengan menggunakan handsprayer. Pengamatan dilakukan selama delapan minggu dengan mengukur tinggi bibit kakao, jumlah daun, dan konsentrasi spora P. palmivora tiap minggu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil taraf 5% (α 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian limbah kubis-kubisan pada media tanam kakao berpegaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang, dimana dosis 2.00 kg dan 2.50 kg menunjukkan hasil terbaik. Selain itu, gas yang dihasilkan oleh limbah kubis-kubisan dapat mereduksi konsentrasi spora P. palmivora tiap minggu hinngga 0,25 x 106/gr. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa limbah kubis-kubisan dibidang pertanian tidak hanya dimanfaatkan sebagai pupuk, tetapi juga dapat mengendalikan patogen tular tanah khusunya P. palmivora.
Kata kunci: biofumigan, induksi pertumbuhan, kakao, limbah kubis-kubisan

Teks Lengkap:

Tidak berjudul

Referensi


Adisanvanto. 1994. Dampak Intensitas Pengolahan Tanah Pada Tanaman Padi Sawah Terhadap Hasil Kedelai di Lahan Sawah, dalam' Penelitian Palawija. Malang: Balai penelitian Tanaman.

Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan. (2016). Produksi dan Produktivitas Tanaman Kakao Sulawesi Selatan. BPS Sulsel.

Daulay NS. 2013. Plant Waste of Cruciferae as Biofumigant For Controlling Root Knot Nematodes (Meloidogyne spp.). Bogor (ID): Bogor Agricultural University Umrah T, Anggraeni RR, Esyanti, & Aryantha INP. 2009. Antagonisitas dan Efektivitas Trichoderma sp. dalam Menekan Perkembangan Phytophthora palmivora pada Buah Kakao. J. Agroland. 16: 9 – 16.

Fahey JW, Zalcmann AT, & Talalay, P. (2001). The chemical diversity and distribution of glucosinolates and isothiocyanates among plants. Phytochemistry, 56: 5-51.

Larkin RP & Timothy SG. 2007. Control of soilborne potato diseases using Brassica green manures. Crop Protection. 26(7):1067-1077.

Lukikarianti S, Indriyani LP, Susilo A, & Anwaruddinasyah MJ. (1996). Pengaruh Naungan Kosentrasi Indo Butirat terhadap Prtumbuhan Batang Awash Manggis. Balai Penelitian Tanaman Buah Solok. Solok dalam Jurnal Holtikultura, 6 (3) : 220-226.

Mirsam H, Supramana, & Suastika G. 2015. Identifikasi Nematoda Parasit pada Tanaman Wortel di Dataran Tinggi Malino, Sulawesi selatan Berdasarkan pada Ciri morfologi dan Morfometrik. J Fitopatologi Indonesia, 11 (3): 85-90.

Prawinata W. (1989). Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan II. Institut Pertanian Bogor: Bogor.

Rosyidah A & Djuhari. 2014. The increase in effectiveness of broccoli waste as bio-fumigant to control Ralstonia solanacearum on tomato (Solanum lycopersicum L.). Journal of Biology, Agriculture, and Healthcare. 4(24):85-90.

Smolinska U, Morr NJ, Knudsen GR, and James RL. 2003. Isothiocyanates produced by Brassicaceae species as inhibitors of Fusarium oxysporum. Plant Disease 87: 407-412.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.

Article Metrics

Sari view : 76 times
Tidak berjudul - 110 times