KUALITAS AIR DAN UNSUR HARA PADA PEMELIHARAAN CAULERPA LENTILIFERA DENGAN MENGGUNAKAN PUPUK KASCING

Aryanti Susilowati, Ardi Eko Mulyawan, Khusnul Yaqin, Sri Wahyuni Rahim

Sari


Salah satu jenis rumput laut yang cukup menjanjikan adalah jenis Caulerpa racemosa atau anggur laut. Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, selain masalah jumlah produksi yang masih terbatas, masalah lain yang dikeluhkan masyarakat petani rumput laut adalah rendahnya pertumbuhan yang dibudidayakan. Caulerpa sp. tidak bisa tumbuh pada musim hujan diduga karena kekurangan nutrien yang berasal dari subtrat. Salah satu cara utuk meningkatkan nutrien pada rumput laut dalam hal ini Caulerpa racemosa adalah dengan melakukan pemupukan. Dalam penelitian ini menggunakan vermikompos dikarenakan penggunaan pupuk kascing atau vermikompos lebih ramah lingkungan dan terjangkau oleh masyarakat. Selain itu vermikompos sangat kaya dengan berbagai macam unsur hara. Penelitian eksperimental ini dilakukan pada bulan September 2017 hingga Oktober 2017. Penelitian ini dilakukan di Balai Budidaya Riset Air Payau Kabupaten Takalar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kualitas air selama pengukuran sudah sesuai dengan kisaran yang diperlukan oleh Caulerpa racemosa. Untuk nilai klorofil a semua mengalami kenaikan pada setiap dosis pupuk. Melalui uji statistik, tidak didapatkan pengaruh dari pertambahan dosis pupuk kascing (vermikompos) pada kenaikan nilai klorofil a (P<0,05).
Kata Kunci : Caulerpa racemosa, Klorofil a, Pupuk kascing

Teks Lengkap:

Tidak berjudul

Referensi


Anggadiredja, J.T., Zatnika, A., Purwoto,H., Istini, S. 2006. Rumput Laut.Jakarta: Penebar Swadaya

Aslan, L.M. 2005. Budidaya Rumput Laut. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Burdames, Y dan E.L.A. Ngangi. 2014. Kondisi Lingkungan Perairan Budi Daya Rumput Laut di Desa Arakan, Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Budidaya Perairan. 2(3):69-75.

Burhanuddin. 2014. Respon Warna Cahaya terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Karatenoid Anggur Laut (Caulerpa racemosa) pada Wadah Terkontrol. Jurnal Balik Diwa. 5(1) : 8-13.

Ditjenkan Budidaya. 2005. Identifikasi dan Pemetaan Pengembangan Budidaya Rumput Laut di Wilayah Coremap II Kabupaten Bintan. Laporan Akhir.

Effendi H. 2003. Telaah Kualitas Air. Kanisius. Yogyakarta.

Lavelle, P., Brussaard, L., Hendrix, P. 1999. Earthworm Management in Tropical Agroecosystems. United Kingdom. CABI Publishing.

Lawlor, D. W. 1993. Photosynthesis. 2nd Edition. Longman Group UK Limited.London. p. 9-23.

Munoz J, Pelegrin, YF, & Robledo, D. 2004. Mariculture of Kappaphycus alvarezii (Rhodophyta,Solieriaceae) color strains in tropical waters of Yucatan, Mexico. Aquaculture, 239:161 –177.

Roshisati, I. 2002. Distribusi Spasial Biomassa Fitoplankton (Klorofil-a) di Perairan Teluk Lampung pada Bulan Mei, Juli, dan September 2001. Program Studi MSP. FPIK. IPB. Bogor. 71 hal. Skripsi (tidak diplublikasikan).

Sathianarayanan dan B. Khan.2008. An Eco-Biological Approach for Resource Reclyicling and Pathogen (Rhizoctoniae,Solari, Kuhn) Suppression. Journal of Enviromental Protection Science : Vol 2 (36-39)

Salundik dan Simamora, S. 2006. Meningkatkan Kualitas Kompos. Agromedia Pustaka. Jakarta. hal.10.

Salwiah, S. 2009. Struktur Komunitas, Kandungan Klorofil A Dan Produktivitas rimer Fitoplankton Di Perairan Teluk Kendari Sulawesi Tenggara. Tesis Magister PPS Unhas. Tidak dipublikasikan. 105 hal.

Wantasen, A.SJ dan Tamrin. 2012. Analisis Kelayakan Lokasi Budidaya Rumput Laut di Perairan Teluk Dodinga Kabupaten Halmahera Barat. Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis. 8(1) : 23 - 27.

Yaqin K, Bachtiar B, Suwarni, Fachruddin L. 2012. Peningkatan produksi rumput laut dengan pupuk kascing (vermicompost). LPPM Universitas Hasanuddin.

Yuliana., M.A. Salam., E. Tambaru., I. Andriani dan Lideman. 2013. Pengaruh Perendaman Eucheuma spinosum J. Agardh dalam Larutan Pupuk Provasoli’s Enrich Seawater terhadap Laju Pertumbuhan secara In Vitro. [Lap. Pen]. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar, 11 hlm

Yulianto, K dan Mira, S. 2009. Budidaya makro algae kappaphycus alvarezii (doty) secara vertikal dan gejala penyakit ”ice-ice” di perairan pulau pari. Oseanologi dan limnologi di Indonesia.3: 323-332.

Yudasmara, G.A. 2014. Budidaya Anggur Laut Caulerpa racemosa Melalui Media Tanam Rigid Quadrant Nets Berbahan Bambu. Jurnal Sains dan Teknologi. Vol.3. No.2.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.

Article Metrics

Sari view : 23 times
Tidak berjudul - 41 times