KELEMBAGAAN PENYULUHAN PERTANIAN DALAM PENINGKATAN PRODUKSI PERTANIAN KAKAO DI KABUPATEN LUWU

Sapar Sapar, Andi Hasbi Munarka, Lanteng Bustami

Sari


Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah ditemukannya informasi ilmiah agar terwujudnya suatu kelembagaan penyuluhan yang professional dalam membantu petani meningkatkan pengetahuan tentang usahataninya sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan sehingga terwujud petani yang sejahtera baik dalam aspek ekonomi maupun non ekonomi. Kelembagaan penyuluhan yang professional adalah penyuluhan yang melayani dan “menolong orang-orang agar dapat menolong dirinya sendiri (termasuk keluarga dan masyarakatnya) melalui suatu upaya pendidikan” yang demokratis dan berwawasan pengembangan kemandirian petani (humanistik). Target khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: diketahuinya faktor-faktor yang memengaruhi kinerja penyuluh pertanian kakao yang berkaitan dengan kelembagaan penyuluhan dalam peningkatan produktivitas kakao di Kota Palopo. Unit analisis penelitian adalah penyuluh pertanian yang populasinya adalah 133 penyuluh pertanian, dengan jumlah sampel sebesar 47 penyuluh pertanian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, dengan menjadikan angket sebagai bahan utama mengumpulkan data. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan Regresi Berganda dengan program SPSS 21.0 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penempatan dan pengembangan staf (SDM) berpengaruh -0,163 terhadap kinerja penyuluh, pengembangan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) 0,300, pengelolaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) -0,051, sumberdaya Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) 0,196, Adaptasi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) 0,573 terhadap kinerja penyuluh pertanian kakao. Pengaruh keseluruhan variabel (koefisien Determinasi) terhadap kinerja penyuluh pertanian kakao sebesar 71,0 % sedangkan sisanya sebesar 28,0 % dipengaruhi faktor lain. Simpulan penelitian ini adalah pengembangan Balai Penyuluhan Pertanian dan adaptasi Balai Penyuluhan Pertanian secara statistik berpengaruh terhadap kinerja penyuluh pertanian sedangkan penempatan dan pengembangan staf (SDM), pengelolaan Balai Penyuluhan Pertanian, dan sumberdaya Balai Penyuluhan Pertanian secara statistik tidak berpengaruh terhadap kinerja penyuluh pertanian, karena itu disarankan kepada stakeholder penyuluhan pertanian kakao untuk memperhatikan faktor kelembagaan penyuluhan untuk menunjang keberhasilan produksi kakao terutama pada aspek pengembangan Balai Penyuluhan Pertanian dan Adaptasi Balai Penyuluhan Pertanian.
Kata Kunci: Kelembagaan, Kinerja, Penyuluh Pertanian.

Teks Lengkap:

Tidak berjudul

Referensi


Carton RB, Hofer CW. 2006. Measuring Organizational Performance: Metrics for Entrepreneurship and Strategic Management Research. Massachusetts 01060, USA: Edward Elgar Publishing, Inc.

Dina Lesmana. 2007. Kinerja Balai Penyuluhan Pertanian Kota Samarinda. Jurnal EPP Volume 4, Nomor 2, 2007: 24-31

Kontoghiorghes C, Awbrey SM, Feurig PL. 2005. ‘”Examining the Relationship Between Learning Organization Characteristic and Change Adaptation, Innovation, and Organizational Performance.” Journal Human Resource Development Quarterly, Vol. 16 No. 2, Summer 2005.

Muh. Hatta Jamil. 2012. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kinerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan Dampaknya pada Perilaku Petani Padi di Sulawesi Selatan (Disertasi). Bogor: Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Nani Sufiani Suhanda. 2008. Kinerja Penyuluh Pertanian di Jawa Barat. Jurnal Penyuluhan Volume 4, Nomor 2, September 2008

Russel RS, Taylor III BW. 2003. (fourth Edition). Operation Management. New Jersey: Prentice Hall.

Sucihatiningsih DWP dan Waridin. 2010. Model Penguatan Kapasitas Kelembagaan Penyuluh Pertanian Dalam Meningkatkan Kinerja Usahatani Melalui Transaction Cost (Studi Empiris Di Provinsi Jawa Tengah). Jurnal Ekonomi Pembangunan Volume 11, Nomor 1, Juni 2010: 13-29.

Sudarmanto, 2009. Kinerja dan Pengembangan Kompetensi SDM: Teori, Dimensi Pengukuran, dan Implementasi dalam Organisasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Sapar. 2011. “Faktor-Faktor yang Berpengaruh pada Kinerja Penyuluh Pertanian dan Dampaknya pada Kompetensi Petani Kakao di Empat Wilayah Sulawesi Selatan.”J. Forum Pascasarjana, Vol 34 No. 4 hal: 297-305

Sapar. 2012. Kinerja Penyuluh Pertanian dan Dampaknya pada Kompetensi Petani Kakao di Empat Wilayah Sulawesi Selatan. Jurnal Penyuluhan Volume 8 Nomor 1, Maret 2012.

Sapar. 2011. “Faktor-Faktor yang Berpengaruh pada Kinerja Penyuluh Pertanian dan Dampaknya pada Kompetensi Petani Kakao di Empat Wilayah Sulawesi Selatan.”J. Forum Pascasarjana, Vol 34 No. 4 hal: 297-305


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.

Article Metrics

Sari view : 147 times
Tidak berjudul - 481 times