PENYIMPANAN MAYAT

A. Ismail Banne Ringgi’, Igamawarni Igamawarni, Solideo Gloria, Kristina Wiwi

Sari


Kebanyakan orang Toraja, khususnya anggota Gereja Toraja, masih melaksanakan tradisi penyimpanan mayat dengan motivasi yang mirip dengan penganut agama suku Toraja. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana dampak tradisi penyimpanan mayat ini bagi warga jemaat Gereja Toraja? Untuk menjawab pertanyaan ini maka dilakukan penelitian dengan metode kualitatif. Adapun beberapa simpulan yang didapatkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Pertama, penyimpanan mayat pada umumnya disebabkan oleh kesepakatan waktu untuk berkumpul bagi semua anggota keluarga agar secara bersama-sama mereka dapat melaksanakan acara untuk penguburan orang yang mereka kasihi dengan baik. Kedua, penyimpanan mayat ini tidak lagi dilaksanakan sebagaimana pemahaman Aluk Todolo bahwa kurban yang diberikan selama acara penguburan (funeral) sebagai bekal untuk menyelamatkan orang yang sudah meninggal. Penyimpanan mayat justru menolong mereka untuk menyadari bahwa mereka hanya debu yang pada satu waktu akan kembali menjadi debu. Oleh karena itu penyimpanan mayat membantu mereka untuk berserah sepenuhnya kepada Tuhan. Ketiga, secara psikologis, penyimpanan mayat menolong anggota keluarga untuk menyadari (realize) dan melepas (release) kepergian orang yang mereka kasihi. Tradisi penyimpanan mayat membuat mereka masih dapat mencurahkan isi hati dan melepas rindu kepada orang yang mereka kasihi walaupun sebenarnya mereka sudah meninggal.
Kata Kunci: Penyimpanan, Mayat, Toraja, Iman, Psikologis

Teks Lengkap:

Tidak berjudul

Referensi


http://gerejatoraja.com/catalog.6.html diakses tanggal 8 Maret 2013.

Kabanga’, A. Manusia Mati Seutuhnya. Yogyakarta: Madia Pressindo, 2002.

Kruger, Th. Muller. Sedjarah Geredja di Indonesia. Djakarta: BPK, 1959.

Membala, Deymetrius Mana’. Peran Orang Tua di dalam Menanamkan Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Tongkonan untuk Membentuk Karakter Anak di Tongkonan Palangi’, Lembang Palangi’, Kec. Balusu. Skripsi, tidak diterbitkan, 2013.

Nooy-Palm, Hetty. The Sa’dan Toraja. Leiden: Martinus Nijhof, 1989.

Ringgi’, Ismail Banne. Reevaluating The-keepeing-the-deceased Tradition and Its Implication to The Gereja Toraja. Singapore: TTC, 2007.

Sarira, Y.A. Aluk Rambu Solo’ dan Persepsi Orang Kristen Tentang Rambu Solo’. Rantepao: Pusbang Gereja Toraja, 1996.

Volkman, Toby Alice. Feast of Honor. Urbana and Chicago: University of Illinois Press, 1985.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.

Article Metrics

Sari view : 30 times
Tidak berjudul - 5 times