KARAKTER ANATOMIS DAUN KEDELAI (GLYCINE MAX (L.) MERRIL) ‘GROBOGAN’ HASIL PERLAKUAN KEKERINGAN DAN MULSA JERAMI

Sunarti Cambaba

Sari


Tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merril) merupakan salah satu tanaman pangan yang dibudidayakan masyarakat Indonesia sebagai sumber utama protein nabati. Kendala budidaya tanaman kedelai terutama pada lahan kering adalah ketersediaan air yang rendah dan kompetisi dengan gulma. Untuk mengurangi penguapan air tanah dan pertumbuhan gulma dapat digunakan mulsa jerami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter anatomi daun tanaman kedelai (Glycine max (L.)Merril)
‘Grobogan’ hasil perlakuan kekeringan dan mulsa jerami. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah cekaman air yang terdiri atas penyiraman (C0 = setiap hari, C1 = sekali seminggu dan C2 = sekali 2 minggu) dan faktor kedua adalah penggunaan mulsa jerami yang terdiri dari (M0= tanpa mulsa, M1=1 cm, M2= 3 cm dan M3= 5 cm). Parameter anatomis daun yang diamati; indeks stomata, jumlah trikoma, tebal xilem pada daun dan tebal mesofil daun. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan uji lanjut DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan cekaman kekeringan yang dikombinasikan dengan perlakuan mulsa jerami dapat meningkatkan ketebalan mesofil, ketebalan xilem, meningkatan indeks stomata namun menurunkan jumlah trikoma pada daun.

Kata kunci: Kedelai, Anatomis, Mulsa jerami, Kekeringan.

Teks Lengkap:

Tidak berjudul

Referensi


Bosabalidis, A.M dan G. Kofidis. 2002. Comparative Effects of Drought Stress on Leaf Anatomy of Two Olive Cultivars. Plant science, 163: 375-379.

Broodribb, T.J.Holbrook N.M. 2003. Stomatal Closure During Leaf Dehydration, Correlation With Other Leaf Physiological Traits. Plant Physiology, 132: 2166-2173.

Campbell, N. A., Reece, B.J., Urry, A.L., Cain, M.L., Wasserman, A.L., Minorsky, V.P. dan Jackson, B.R. 2008. Biologi. Jilid 2. Edisi 8. Erlangga. Jakarta. P. 434.

Fitter, A.H. & R.K.M. Hay. 1994. Fisiologi Lingkungan Tanaman. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Flexas J, Medrano H. 2002. Drought-inhibition of photosynthesis in C3 plants: stomatal and non-stomatal limitation revisited. Annals of Botany, 89:183-202.

Hamim. 2004. Underlaying Drought Stress Effects on Plant: Inhibition of Photosynthesis. Hayati, 11 (4): 164-169.

Istiqomah, A.R., Mudyantini, W. dan AnggarWulan, E. 2010. Pertumbuhan dan Struktur Anatomi Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa (L.) Lamk.) pada Ketersediaan air dan Intensitas cahaya Berbeda. Jurnal Ekosains, 2 (1): 55-64.

Kramer, P.J.1963. Water Stress and Plant Growht. Agronomic Journal, 55: 3135

Lakitan, B. 2004. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Grafindo Persada. Jakarta.

Lestari, E.G. 2006. Hubungan antara Kerapatan Stomata dengan Ketahanan kekeringan pada Somaklon Padi Gajahmungkur, Towuti dan IR 64.

Biodiversitas,7 (1): 44-48.

Levit, J. 1980. Response of Plant to Environmental Stress.II water, radiation, salt and other stresses. 2nd ed. Academic Press. New York.

Nio, S. A., dan Banyo, Y. 2011. Konsentrasi Klorofil Daun sebagai Indikator Kekurangan Air pada Tanaman. Jurnal Ilmiah Sains, 11 (2): 166-173.

Perez-Estrada, L.B., Cano-Santana, Z. And Oyama, K. 2000. Variation in Leaf Trichomes of Wigandia urens: Environmental Factors and Physiological Consequences. Tree Physiology, 20: 629-632.

Pitelka L, Ramirez-Rojas A. 2001. The Carbon Cycle and Atmospheric Carbon dioxide. In: Houghton JT, Ding Y, Griggs DJ, Noguer M, van der Linden PJ, Dai X, Marshell K, Johnson CA (Eds). Climate Change 2001: The Scientific Basic. Cambridge University Press. Cambridge.

Price, A. dan Courtois, B. 1991. Mapping QTLS Associated with Drought Resistance in rice; progres problem ang Prospect. Los banos;:International Rice Research Institute.

Pugnaire, F. I., L. Serrano and J. Pardos. 1999. Constrains by water stress on plant growth. p 271-283. In M. Pessarakli (Ed.). Handbook of plant and crop stress. 2nd. Marcell Dekker. New York.

Roberts, S.K. dan Snowman, B.N. 2000. The Effects of ABA on Channelmediated K+ transport across Higher Plants Roots. Exp Botany, 51 (350): 15851594.

Ruzin, S. E. 1999. Plant Microtechnique and Microscopy. Oxford University Press, 61-65.

Salisbury, F.B. and C.W. Ross. 1992. Plant Physiology. 4rd. Wadshwort Publishing Company.California.

Taiz, L. and Zeiger, E. 2002. Plant Physiology. Third edition. Sinauer Associates, Inc. Pub. Massachussetts. 690 p.

Umboh, H.A. 2002. Petunjuk Penggunaan Mulsa. PT. Penebar Swadaya.

Jakarata.

Vasellati, V., Oestreheld, M., Medan, D. and Lorehi, J. 2001. Effects of Flooding and Drought on the Anatomy of Paspalum dilatum. Annals of Botany, 88: 355-360.

Zhuo, G. and Xu, Z. 2008. Responses of Leaf Stomatal density to Water Status and Its Relationship with Photosynthesis in a grass. Exp Botany. 59 (12): 33173325.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.