MAKNA KELONG SALONRENG PADA UPACARA ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT ARA KABUPATEN BULUKUMBA : KAJIAN SEMIOTIKA

Runimeirati Runimeirati

Sari


“Makna Kelong Salonreng Pada Upacara Adat Perkawinan Masyarakat Ara Kabupaten Bulukumba :
Kajian Semiotika.” Penelitian ini bertujuan menganalisis makna kelong Salonreng dalam sebuah ritual adat di masyarakat Bulukumba, mengkaji totalitas makna kelong salonreng berdasarkan teori Semiotika Marcel Danesi, serta mengaitkan makna kelong Salonreng dengan pola kehidupan sosial masyarakat Ara Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dan merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dari penelitian ini adalah keseluruhan teks kelong Salonreng. Data diperoleh melalui dua sumber, yang pertama adalah data lisan yang diperoleh dari beberapa informan yang tahu tentang kelong Salonreng. Kedua, data tertulis yaitu data tambahan yang diperoleh dari buku serta literatur terkait objek penelitian yang mendukung penelitian ini. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik obsevasi, wawancara, dokumentasi dan teknik pencatatan. Sedangkan teknik penganalisisan data, yaitu, mengidentifikasi semua pesan dan tanda dari kelong Salonreng, transliterasi makna, dan pengklasifikasian serta mendeskripsikan makna kelong Salonreng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna kelong Salonreng dihubungkan dengan kehidupan sosial budaya masyarakat Ara dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu Lokasi dan keadaan alam, penduduk dan mata pencaharian/demografi, agama dan kepercayaan, latar belakang sejarah keberadaan Salonreng, seniman dan masyarakat pendukungnya.

Kata kunci : Salonreng, Makna, Semiotika, Ara, Kabupaten Bulukumba.

Teks Lengkap:

Tidak berjudul

Referensi


Anwar, Ahyar., Semiotika Sastra, Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Makassar: Universitas Negeri Makassar, 2008.

Endraswara, Suwardi., Metodologi Penelitian Sastra, Yogyakarta: Pustaka Widyatama, 2003.

Gani, Andi, Elong Ugi (Kajian Naskah Bugis), Makassar: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sulawesi Selatan. 1989/1990.

Koendjaraningrat., Sejarah Teori Antropologi I, Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press). 2010.

Maran, Rafael., Manusia dan Kebudayaan dalam Perspektif Ilmu Budaya Dasar, Jakarta: Rineka Cipta. 1999.

Ratna, Nyoman Khuta., Manusia dan Kebudayaan dalam Perspektif Ilmu Budaya Dasar, Denpasar: Pustaka Pelajar. 2010.

Teeuw, A., Sastra dan Ilmu Sastra (Edisi Revisi), Jakarta: PT Dunia Pustaka Pelajar. 2001.

Wahid, Sugira., Manusia Makassar, Makassar: Pustaka Refleksi Lokal. 2007.

Pradopo, Rachmat Djoko., Pengkajian Puisi (Analisis Strata Norma dan Analisis Struktural dan Semiotik), Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 1993.

Mansoer, Pateda., Semantik Leksikal, Gorontalo: Rineka Cipta. 1996.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.