PENINGKATAN HASIL DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IV SDN 14 BONEGUNU DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TGT

Farida Indriani

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah proses pembelajaran IPA melalui model kooperatif TGT dan apakah penerapan model kooperatif TGT dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas IV SDN 14 Bonegunu? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat kali pertemuan dengan alokasi waktu masing-masing pertemuan 2x35 menit dan 3x35 menit. Subyek yang diteliti adalah siswa kelas IV SDN 14 Bonegunu yang berjumlah 21 siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data deskriptif. Berdasarkan hasil studi pendahuluan, hasil belajar siswa kelas IV SDN 14 Bonegunu pada mata pelajaran IPA belum mencapai ketuntasan secara klasikal. Ulangan pertama rata-rata 69,14 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 38,29% dan ulangan harian kedua rata-rata 67,23 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 25,53%. Aktivitas belajar siswa juga masih rendah. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa adalah model kooperatif TGT. Model kooperatif TGT adalah proses pembelajaran yang diawali dengan presentasi guru, belajar kelompok, presentasi kelompok, permainan/turnamen, dan pemberian penghargaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas belajar siswa. Dari siklus I ke siklus II, persentase aktivitas belajar meningkat sebesar 8,3%, yakni dari 74,3% dengan kategori baik menjadi 82,6% dengan kategori sangat baik. Hasil belajar siswa juga meningkat tajam yang dilihat dari persentase ketuntasan klasikal, yakni 76,1% pada siklus II dan 90,4% pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model kooperatif TGT dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN 14 Bonegunu.

Kata kunci: Model kooperatif TGT, Hasil belajar, daan Aktivitas Belajar

Teks Lengkap:

Tidak berjudul

Referensi


Arends, R.I, Learning to Teach (7th Edition), New York: Mc.Graw Hill Companies, 2008.

Azal, A.Q. (2006). Pembelajaran Kontekstual dengan Strategi Belajar Kooperatif TGT untuk Meningkatkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar. Jurnal Pendidikan Biologi, (Online), Jilid 1, No 1 Agustus 2009, http://isjd.pdii.lipi.go.id/, diakses tanggal 29 September 2012.

Indriani, F, “Penerapan Strategi Inkuiri Terbimbing dengan Model Kooperatif TGT untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Gaya dan Pesawat Sederhana Kelas V MI Mambaul Ulum Malang”, Tesis, Universitas Negeri Malang, Malang, April, 2013.

Lie, A, Cooperative Learning, Bandung: Grasindo, 2008.

Sanjaya, W, Kurikulum dan Pembelajaran: Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Bandung: Kencana Predana Media Group, 2008.

Slavin, Cooperative Learning: Teori, Riset dan Praktik. Terjemahan Narulita Yusron, Bandung: Nusa Media, 2005.

Sudjana, N, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algensindo, 1987.

Suseno. 2007. Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Materi Sistem Reproduksi Invertebrata Melalui Optimalisasi Penggunaan Media Charta, dengan Metode Model pembelajaran kooperatif Model TGT Kelas X.1 SMA Negeri 1 Weru Sukoharjo Tahun 2007/2008, Widyatama, (Online), Vol 5 No. 2 Juni 2008, (http://isjd.pdii.lipi.go.id/), diakses tanggal 30 September 2012.

Toharudin, U., Hendrawati, S., & Rustaman, A, Membangun Literasi Sains Peserta Didik, Bandung: Humaniora, 2011.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.