DESKRIPSI KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA DITINJAU DARI PEMAHAMAN KONSEP DAN GAYA BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP

Ary Herlina Kurniati

Sari


Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang difokuskan untuk mendeskripsikan indikator komunikasi matematika berdasarkan 1) subjek yang memiliki gaya belajar visual dengan pemahaman konsep pada kelompok atas (SKAV), 2) subjek yang memiliki gaya belajar auditorial dengan pemahaman konsep pada kelompok atas (SKAA), 3) subjek yang memiliki gaya belajar kinestetik dengan pemahaman konsep pada kelompok atas (SKAK), 4) subjek yang memiliki gaya belajar visual dengan pemahaman konsep pada kelompok bawah (SKBV), 5) subjek yang memiliki gaya belajar auditorial dengan pemahaman konsep pada kelompok bawah (SKBA), 6) subjek yang memiliki gaya belajar kinestetik dengan pemahaman konsep pada kelompok bawah (SKBK). Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 25 Makassar yang terdiri dari 6 subjek. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama yang dipadu oleh tes pemahaman konsep matematika, gaya belajar, dan komunikasi matematika yang dikonfirmasi kembali oleh pedoman wawancara, serta melakukan triangulasi waktu untuk mendapatkan data yang valid. Hasil penelitian menunjukkan: 1) SKAV mampu memenuhi indikator komunikasi matematika dengan tepat, 2) SKAA mampu memenuhi indikator komunikasi matematika dengan tepat, 3) SKAK hanya mampu memenuhi indikator menyajikan penyataan matematika dengan gambar, mengajukan dugaan, dan memberikan alasan terhadap kebenaran solusi serta menarik kesimpulan masih keliru dilakukan, 4) SKBV belum mampu melakukan dengan tepat menyajikan penyataan matematika dengan gambar, mengajukan dugaan, dan memberikan alasan terhadap kebenaran solusi namun menarik kesimpulan mampu dilakukan tapi secara umum masih keliru, 5) SKBA pada indikator menyajikan pernyataan matematika dengan gambar dan mengajukan dugaan masih keliru dilakukan, dan untuk indikator memberikan alasan terhadap kebenaran solusi serta menarik kesimpulan dari pernyataan belum mampu dilakukan, 6) SKBK indikator menyajikan pernyataan matematika dengan gambar, mengajukan dugaan masih keliru dilakukan, dan untuk indikator memberikan alasan terhadap kebenaran solusi, menarik kesimpulan dari pernyataan belum mampu dilakukan.
Kata Kunci: pemahaman konsep, gaya belajar, komunikasi

Teks Lengkap:

Tidak berjudul

Referensi


De-Porter, Bobby., dkk. 2012. Quantum Teaching. Terjemahan oleh Ary Nilandari. Bandung: Kaifa.

De-Porter, Bobby., dkk. 2012. Quantum Learning. Terjemahan oleh Alwiyah Abdurrahman. Bandung: Kaifa.

DePorter, Bobbi., Hernacki, Mike. 2009. Quantum Learning. Bandung: Kaifa.

Ghufron, M. Nur dkk. 2013. Gaya Belajar Kajian Teoritik. Yogyakarta: Pusaka Pelajar.

Rofiah, Asiatul. 2010. Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematika pada Siswa Kelas VII SMP N 2 Depok Yogyakarta dalam Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan Inkuiri. Download: Diakses pada tanggal 22 Januari 2014.

Ruseffendi, E.T. 2006. Pengantar Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya Dalam Pembelajaran Matematika Untuk Meningkantak CBSA. Download: Diakses pada tanggal 2 Pebruari 2014.

Suyono & Hariyanto. 2012. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Uno, Hamzah B. 2012. Orientasi Baru Dalam Psikologi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Wardhani, Sri. 2010. Teknik Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar Matematika di SMP/MTs. Makalah Diklat Guru Pemandu/Guru Inti/Pengembangan Matematika SMP Jenjang Dasar Tahun 2010.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.

Article Metrics

Sari view : 104 times
Tidak berjudul - 158 times