EKSPLORASI KESULITAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA YANG BERKAITAN DENGAN KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL DAN FAKTOR PERSEKUTUAN TERBESAR DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER

Abdul Rahim

Sari


Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini sebanyak 4 siswa dari SD Inpres maccini Sombala yang terdiri dari 2 laki-laki dan dua perempuan. Focus penelitian ini adalah untuk mengeksplor kesalahan dan kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan KPK dan FPB.pengumpulan data melalui tes tertulis dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita antara lain: (1) kesalahan dalam penentuan apa yang diketahui dan ditanyakan, (2) kesalahan menuliskan rancangan penyelesaian masalah, (3) kesalahan dalam pemecahan masalah, dan (4) kesalahan penulisan kesimpulan dari pertanyaan. Kesulitan subjek dalam menyelesaikan soal cerita tentang KPK dan FPB adalah (1) kesulitan linguistik (2) kesulitan skema (3) kesulitan strategi (4) kesulitan algoritma dan (5) kesulitan penarikan kesimpulan. Faktor penyebab kesulitan belajar matematika subjek, faktor intern bakat, minat, dan motivasi sedangkan faktor ekstern guru, keluarga dan keadaan lingkungan sekolah. Subjek laki-laki cenderung memiliki pemahaman yang cukup baik dalam belajar matematika dibanding dengan subjek perempuan.
Kata Kunci: Kesulitan siswa, Kesalahan siswa, Pemecahan masalah

Teks Lengkap:

Tidak berjudul

Referensi


Aminah dan Shinta. 2011. Perbedaan Jenis Kelamin Terhadap Kemampuan Siswa dalam Mata Pelajaran Matematika (Studi Kasus Sekolah Dasar). Kalimantan: Jurnal Socioscientia Kopertis Wilayah XI Kalimantan.

Anita Woolfolk. 2009. Educational Psychology Active Learning Edition. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bahar. 2013. Investigasi karakteristik kesalahan siswa smk dalam pemecahan soal cerita program linier ditinjau dari kemampuan awal. Tesis Tidak diterbitkan. Makassar: PPs UNM.

Derek Wood, dkk. 2007. Kiat Mengatasi Gangguan Belajar. Sambilegi: Matahari.

Diknas. 2007. Tes Diagnostik. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama

Suherman, E. dkk. (2003). Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung : IMSTEP-JICA

Jailani. 200). “Pendekatan Menulis Terstrukur dalam Pembelajaran Soal Cerita Matematika”. Jurnal Prosiding Seminar Nasional Pembelajaran dan Pengembangan dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia 21 April 2001 Jurusan Pendidikan Matematika UNY”. Halaman 22 120

Jeanne Ellis Ormrod. 2008. Psikologi Pendidikan Membantu SSiswa Tumbuh dan Berkembang. Jakarta: Erlangga.

Kustawan, Dedy. 2012. Pendidikan Inklusif dan Upaya Mengatasinya. Bandung:PT Luxima Metro Media.

Muhibbin Syah. 1999. Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Logos Wacana Ilmu.

Mulyadi, H. 2008. Diagnosis Kesulitan Belajar. Malang: Nuha Litera.

Muncarno. 2000. Penerapan Model Penyelesaian Soal Cerita dengan Langkah-Langkah Pemecahan Masalah untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas 1 SMP. Jurnal Nuansa Pendidikan Vol.VI No.1

Rusman. 2010. Model-Model Pembelajaran. Mengembangkan Profesionalisme Guru. Bandung: PT Raja Grafindo Persada.

Soedjadi, R. 2000. Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia;Konstatasi Keadaan Masa Kini Menuju Harapan Masa Depan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional.

Slameto. Dr. 1995 Belajar dan Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Sudijono Anas. Drs. Prof. 2011. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Sugiyono. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta

Warkitri, dkk., 1990. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar. Jakarta: Karunika UT.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.