KEMAMPUAN MEMFORMULASI DAN MENSINTESIS MASALAH ALJABARCALON GURU MATEMATIKA SEBAGAI SALAH SATU KOMPONEN DALAM BERPIKIR REFLEKTIF

Agustan S

Sari


Salah satu kemampuan yang diperlukan dalam pemecahan masalah matematika adalah kemampuan berpikir reflektif karena berpikir reflektif merupakan suatu tipe berpikir tingkat tinggi yang bersifat aktif, berkelanjutan dan teliti terhadap keyakinan yang didasari oleh pengetahuan. Dengan berpikir reflektif siswa dapat memecahkan masalah yang lebih kompleks karena pemikiran siswa akan terarah dan siswa yang berpikir reflektif solusi atau penyelesaian dari masalah yang dipecahkan cenderung benar dan tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang kemampuan memformulasi dan mensintesis masalah aljabar berdasarkan gaya kogmitif. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti melakukan interview berbasis tugas melalui kegiatan pemecahan masalah matematika (aljabar) yang direkam dengan recorder. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dan bersifat eksploratif. Subjek diambil dari mahasiswa S1 Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Makassar yang bergaya kognitif Field Independent. Selanjutnya untuk menguji kredibilitas data, dilakukan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) ketika merumuskan masalah, subjek menjelaskan dengan kata-kata sendiri namun tetap dalam konteks atau makna yang sama dari masalah yang disajikan ; 2) pada saat mengidentifikasi konsep atau materi terkait dengan masalah aljabar yang disajikan, subjek menyebutkan beberapa konsep atau materi yang pernah subjek hadapi sebelumnya dan menyebutkan kaitan antara masalah matematika sebelumnya dengan yang dihadapi sekarang dan menjelaskan pula konsep yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi; 3) ketika menjelaskan kesulitan yang biasa dihadapi dalam menyelesaikan masalah matematika yang konteksnya sama dengan masalah yang disajikan, subjek membuat dugaan atau hipotesis terkait tingkat kesulitan dan kemudahan terhadap masalah yang disajikan. Selain itu, subjek juga menjelaskan secara spesifik kesulitan-kesulitan dalam menyelesaikan masalah matematika.
Kata Kunci: Berpikir reflektif, Formulasi dan sintesis, Masalah aljabar

Teks Lengkap:

Tidak berjudul

Referensi


Lim, L.Y. A Comparison of Students’ Reflective Thinking Across Different Years in A Problem-Based Learning Environment. Instructional Science. 2011. Vol. 39. (171-188).

Amidu, A.R. Exploring Real Estate Students’ learning approaches reflective thinking and academic performance. 48th ASC Anuual International Conference Proceedings. The Associated of Construction. UK. 2012.

Lee. H. Understanding and Assessing Preservice Teachers’ Reflective Thinking. Journal of Teaching and Teacher Education. USA. 2005. Vol. 21 (699–715)

Skemp, R. The Psychology of Learning Mathematics.USA. Peguin Books. 1982.

Fisher, A. Critical Thinking: An Introduction. Jakarta : Erlangga. 2008.

Schülke, C & Steinbring, H. Mathematical Reflection in Primary School Education. Theoretical Foundation and Empirical Analysis of a Case Study. 2010.

Atkins S, Murphy K. Reflective Practice. Nursing Standard.1994. 8(39)4956.

Dewey J. How We Think: A Restatement of The Relation of Reflective Thinking to The Educative Process. Boston: Houghton-Mifflin. 1998.

Lee, I. Fostering Preservice Reflection trough Respon Journals. Journal of Teacher Education Quarterly. Hongkong, China. 2008.

Rodgers, C. Defining Reflection: Another Look At John Dewey And Reflective Thinking. Teachers College Record. 2002. Volume 104, Number 4, pp. 842–866. Columbia University 0161-4681.

Zehavi. N., Instrumented Techniques and Reflective Thinking in Analytic Geometry. The Montana Mathematics Enthusiast. ISSN 1551-3440, 2006.Vol. 2, no.2, pp. 83-92.

Moleong, L. Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset. 2006.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.

Article Metrics

Sari view : 71 times
Tidak berjudul - 131 times