PENALARAN STATISTIS SISWA SMA DALAM PEMECAHAN MASALAH STATISTIKA DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER

Rosidah Rosidah

Sari


Penalaran merupakan salah satu aspek yang sangat mendasar dan merupakan tujuan pembelajaran matematika, dan sebagai salah satu kemampuan yang diperlukan setiap siswa dalam menghadapi era globalisasi yang sarat dengan tantangan. Kemampuan bernalar tidak hanya dibutuhkan siswa ketika belajar, namun sangat dibutuhkan pada saat seseorang menentukan keputusan. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran statistis siswa SMA dengan kemampuan matematika rendah dalam menyelesaikan masalah statistika. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menggambarkan secara mendalam bagaimana proses penalaran statistic subjek dalam menyelesaikan masalah statistika terkait ukuran sentral tendency (rata-rata, median,modus). Subjek penelitian ini adalah dua orang Siswa SMA kelas XI Kota Makassar, dengan kemampuan matematika rendah.. Hal tersebut dapat dilihat dari prilaku subjek dalam menyelesaikan tugas tertulis yang diberikan, dan dilanjutkan dengan wawancara mendalam terkait tugas yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek mengetahui algoritma untuk menghitung rata-rata. Pada tahap menentukan median ada perbedaan persepsi antara subjek laki-laki dan subjek perempuan, sedangkan terkait modus kedua subjek mempunyai persepsi yang sama yakni kebanyakan. Pada tahap analisis dan interpretasi, ke dua subjek belum bisa memaknai nilai statistik yang diperoleh sesuai dengan konteksnya dengan baik.
Kata Kunci : Penalaran Statistis. Masalah Statistika, gender

Teks Lengkap:

Tidak berjudul

Referensi


Astin,H.S. 1974. Sex Differences in Mathematical and Scientific Precocity. Baltimore: ohns Hopkins University Press

Ben-Zvi, Dani & Garfield. (2002). Statistical Literacy, reasoning and Thinking: Goal, Definition and Challengers. (Journal on line, http:// www.researchgate.net/profile/Dani Ben-Zvi/publication/226718118 Research on Statistical Literacy, Reasoning and thinking Issues Challenges and Implication/Links/0912f50c5acba0b7b9000000.pdf. Diakses 26 November 2014.

Boediono dan Koster, W.(2004). Teori dan Aplikasi Satistika dan Probailitas. Bandung: Remaja Rosdakarya

Brodie, Keraf. (2010). “Teaching Mathematical Reasoning in Secondary School Classrooms” New York: Springer

Chan, S.W, & Zaleha Ismail. (2012). “The Role of Information Technology in Developing Students Statistical Reasoning”. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 46, 3660-3664.

Chan, S.W, & Zaleha Ismail. (2014). “Developing Statistical Reasoning Assessment Instrument for High School Students in Descriptive Statistics”. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 116, 4338-4343.

Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Penididikan (KTSP). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Fraenkel,J.R. & N.E.Wallen.(2009). How To Design and Evaluate Research in Education. Seventh Edition.San Fransisco: The McGrow Hill Companies.

Garfield,J. (2002) The Challenge of Developing Statistical Reasoning. Journal Statistics Education 10(3) http://www,amstat.org/publications/Jse/v10n3/ garvield.html

Garfield,J.(2003). Assessing Statististical Reasoning Statistics Education Research Journal ,2(1),22-38.

Jones, G.A. dkk,1999b. Understanding Students” Probabilistic Reasoning. (in 1999 year book. Developing Mathematical Reasoning in Grade K-12), Reston , Virginia:NCTM

Krulik,S & Rudnick,Jesse A. 1980. Problem Solving: A Handbook for Teacher. Boston: Allyn an Bacon

Krulik, Rudnick & Milou. 2003. Teaching Mathematics in Middle School,A Practical Guide. New York : Pearson Education.

Moleong, L. A. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: P T. Remaja Rosdakarya.

National Council of Teachers of Mathematics, (2000). Principles and Standards for School Mathematics. Reston, Va: NCTM

Rasiman.(2013) Proses berpkir Kritis Siswa SMA Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Bagi siswa Dengan Kemampuan Matematika Rendah. Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika FMIPA UNY. Yogyakarta

Santrock. 2009. Psikologi Pendidikan .Educational Psychology. Edisi 3. Buku 1 Jakarta: Salemba.

Soedjadi. (2000). Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia. Ditjen Dikti Depdiknas

Zheng Zhu. (2007). Gender Differences in Mathematical Problem Solving Pattern: A review of literature. International Education Journal, Vol 8 No 2,187-203.ISSN 1443-1475 Shannon Research Press


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.