POTENSI PEMANFAATAN LEBAH (Trigona sp) PADA PENYERBUKAN TERHADAP PRODUKSI WIJEN

A. Irma Mariyana, Muhammad Naim

Sari


Abstrak

Tanaman wijen (Sesamum indicum L) merupakan penghasil minyak dan juga menyediakan nektar dan pollen bagi lebah sehingga integrasi lebah pada pertanaman wijen diharapkan mampu mengatasi rendahnya produkstivitas wijen dengan membantu penyerbukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui interaksi antara varietas dengan cara penyerbukan pada tanaman wijen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Juli 2015. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan rancangan petak terpisah. Faktor pertama sebagai petak utama yaitu cara penyerbukan yang terdiri dari penyerbukan alami, penyerbukan terbuka atau alami, penyerbukan yang dibantu oleh lebah Trigona sp dan penyerbukan tertutup. Faktor kedua sebagai anak petak adalah varietas yang terdiri dari varietas Sumberrejo 2, Sumberrejo 3 dan Sumberrejo 4. Terdapat 9 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali dengan mengamati 10 sampel tanaman, jadi terdapat 270 unit tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Sumberrejo 3 menunujukkan jumlah bunga tertinggi dibandingkan varietas lainnya. Penyerbukan dengan bantuan Trigona sp menunjukkan hasil tertinggi untuk parameter panjang polong, diameter polong, jumlah biji dan bobot 1000 biji. Interaksi antara varietas dan penyerbukan terlihat pada varietas Sumberrejo 3 dengan penyerbukan yang dibantu oleh Trigona sp pada parameter jumlah polong.

Kata kunci : penyerbukan wijen, Lebah Trigona sp, varietas

Teks Lengkap:

Untitled (English)

Referensi


Aizen S.A., Garibaldi S.A., Cunningham A., & Klein A.M. (2009). How much Does Agriculture Depend on Pollinators? Lessons From Long-term Trends in Crop Production. Ann. Bot. Vol. 103: 1579-1588.

Anonim. (2012) .http://ditjenbun.deptan.go.id/budtansim/images/pdf/komodit %20 wijen.pdf

Anonim. (2014). Metro siantar. Bisnis Wijen : Antara Kebutuhan dan Ketersediaan. Available from : www.metrosiantar.com/2014/01/09/11682/bisnis-wijen-antara-kebutuhan-dan-ketersedi aan/ diakses 23 januari 2015

Dafni A. (1992). Pollination Ecology: A Practical Approach. Oxford Univ. Press. Oxford

Damayanti W. (2007). Penyerbukan Serangga pada Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) dan Pengaruhnya terhadap Pembentukan Buah dan Biji. Skripsi. Departemen Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 14 hal

Delaplane K.S. & Mayer D.F. (2000). Crop Pollination by Bees. CABI Publishing. Oxon

George A.P., Nissen R.J, Collins R.J., & Rasmussen T.S. (1995). Effects of fruit thinning, pollination, and paclobutrazol on fruit set and size of persimmon (Diospyros kaki L.) in subtropical Australia. J. Hort. Sci. 70(3):477-484.29

Harjadi S.S. (1989). Dasar-Dasar Hortikultura. Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 506 hal

Kremen C., Williams N.M., & Thorp R.W. (2002) Crop Pollination From Native Bees at Risk from Agricultural Intensification, , Proc. Natl Acad. Sci. (USA) 99, 16812–16816

Olowe V.I.O., Adeyemo Y.A., & Adeniregun O.O. (2009). Sesame; The Under Exploited Organic Oil Seed Crop

Poespodarsono S. (1986). Pemuliaan Tanaman I. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Malang. 170 hal

Ramadhani E.P., Purwatiningsih R.C.C.H. Soesilohadi S. Sastrodihardjo. (2000). Evaluasi serangga penyerbuk tanaman pertanian. Prosiding Simposium Keanekaragaman Hayati Arthropoda pada Sistem Produksi Pertanian. Cipayung, 16-18 Oktober 2000.

Selvakumar P., Sinha S.N., Pandita V.K., & Srivastava R.M. (2001). Foraging behavior of honeybee on parental lines of hybrid cauliflower pusa hybrid-2. Apimondia Journal. 4p.

Sihombing D.T.H. (2005). Ilmu Ternak Lebah Madu. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Soemarno , Arifin A., & Yunus M. (2000). Agroforestry dan Tanaman Pakan Lebah. Jurnal Agritek 8 (1) : 1 – 4.

Stubbs C.S., & Drummond F.A. (2001). Bombus impatiens (Hymenoptera: Apidae) an alternative to Apis mellifera (Hymenoptera: Apidae) for lowbush blueberry pollination. J. Econ. Entomol. Vol. 94: 609-616

Suprijono & Soenardi. (1996). Biologi Tanaman Wijen. Monograf Balitas Wijen. Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Tanaman Serat. Malang.

Tirtosuprobo. (2008) http://www. Balittas. Info/download/prosiding/ wijen11.pdf. Memacu Pengembangan Wijen untuk Mendukung Agroindustri. Diakses pada tanggal 20 Desember pukul 19.00 WIB

Vaissiere B.E., Froissart R. (1996). Pest management and pollination of cantaloupes grown under spunbonded row covers in West Africa. J. Hort. Sci. 71(5):755-766.

Widhiono I., Pratiknyo H., & Setyowati E.A. (1992). Penentuan Ras Lebah Madu Lokal (Apis cerana Fab.) yang Produkstif di Jawa Tengah. Laporan Hasil Penelitian. Unsoed Purwokerto (Tidak dipublikasikan).


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.