PEMANFAATAN MULSA SERBUK GERGAJI UNTUK MENGATASI PENGARUH CEKAMAN KEKERINGAN PADA BIBIT TANAMAN CABAI (Capsicum annuum L.)

Pauline Destinugrainy Kasi, Sunarti Cambaba, Ilmiati Illing

Abstract


Tanaman cabai (Capsicum annuum L.) adalah tumbuhan perdu berkayu dan buahnya
berasa pedas yang disebabkan oleh kandungan kapsaisin. Salah satu fase penting
dalam pertumbuhan tanaman cabe adalah pada fase bibit. Persyaratan tumbuh
tanaman cabai merah harus dipenuhi agar diperoleh pertumbuhan bibit tanaman cabai
yang baik. Salah satu kendala pada budidaya tanaman cabai pada lahan kering adalah
kurangnya ketersediaan air. Apabila kebutuhan air tidak terpenuhi maka tanaman
akan mengalami cekaman kekeringan. Upaya untuk mengatasi cekaman kekeringan
adalah dengan menggunakan mulsa organik berupa serbuk gergaji. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, jumlah daun dan
panjang akar), jumlah stomata, dan kadar klorofil bibit tanaman cabai hasil perlakuan
cekaman kekeringan dan mulsa jerami. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak
Lemgkap Faktorial dengan dua faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah cekaman
air yang terdiri atas penyiraman (A0 = setiap hari, A1 = sekali seminggu dan A2 =
sekali 2 minggu) dan faktor kedua adalah penggunaan mulsa jerami yang terdiri dari
(M0= tanpa mulsa, M1=1 cm, dan M2= 3 cm). Perlakuan dilakukan hingga diperoleh
tanaman berbuah. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA)
dengan uji lanjut DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf kepercayaan 5%.
Perlakuan cekaman kekeringan dan penggunaan mulsa serbuk gergaji tidak
berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi dan panjang akar bibit tanaman
cabai. Sementara jumlah daun bibit tanaman cabai hasil perlakuan cekaman
kekeringan dan mulsa serbuk gergaji terbaik diperoleh pada perlakuan penyiraman
setiap hari dengan penambahan mulsa setebal 3 cm. Jumlah rata-rata daun yang
diperoleh pada perlakuan tersebut sebesar 12,33 helai daun. Rata-rata jumlah stomata
terbanyak diperoleh pada perlakuan penyiraman sekali seminggu (9,33 buah) dan
perlakuan penambahan mulsa 3 cm (9,78 buah). Ukuran celah stomata lebih besar
dibandingkan dengan kontrol, dan juga ditemukan adanya trikoma sebagai derivate
epidermis lainnya.
Kata kunci : bibit cabai, cekaman kekeringan, mulsa jerami

Full Text:

Untitled

References


Bray, E.A.1997. Plant Responses to

Water Deficit. Trend in Plant

science 2: 48 -54.

Fitter, A.H. & R.K.M. Hay. 1994.

Fisiologi Lingkungan Tanaman.

Gadjah Mada University Press.

Yogyakarta.

Gomez, K.A. & A.A. Gomez. 1995.

Prosedur Statistik untuk Penelitian

Pertanian. Edisi kedua. Jakarta: UI

Press

Halaj, J., A.B. Cady, & G.W. Uettz.

Modular habitat refugia

enhance generalist predators and

Pauline Destinugrainy Kasi, Sunarti Cambaba dan Ilmiati Illing (2017)

lower plant damage in soybeans.

Environ Entomol 29 (2): 383-393.

Istiqomah, A.R., W. Mudyantini & E.

Anggarwulan. 2010. Pertumbuhan

dan Struktur Anatomi Rumput

Mutiara (Hedyotis corymbosa (L.)

Lamk.) pada Ketersediaan air dan

Intensitas cahaya Berbeda. Jurnal

Ekosains, 2 (1): 55-64.

Kusuma, A.H. & M.U. Zuhroh. 2015.

Pengaruh varietas dan ketebalan

mulsa jerami padi pada

pertumbuhan dan hasil tanaman

tomat (Lycopersicum esculantum

Mill.). Agrotechbiz Jurnal

Pertanian, Vol 2 (1) : 1-10

Levit, J. 1980. Response of Plant to

Environmental Stress.II water,

radiation, salt and other stresses.

nd ed. Academic Press. New

York.

Nasruddin & H. Hanum. 2015. Kajian

pemulsaan dalam mempengaruhi

suhu tanah, sifat tanah, dan

pertumbuhan tanaman nilam

(Pogostemon cablin Benth.). J.

Floratek 10: 69 - 78

Prochazkova, D., R.K.Sairam, G.C.

Srivastava, &D.V. Singh. 2001.

Oxidative stress and antioxidant

activity as the basis of senescence

in maize leaves. Plant Science

: 765-771

Rodriguez, A.A., K.A. Grunberg,

&E.L. Taleisnik, 2002. Reactive

oxygen species in the elongation

zone of maize leaves are necessary

for leaf extention. Plant Physiol.

: 1627-1632.

Salisbury, F.B. & C.W. Ross. 1992.

Plant Physiology. 4rd. Wadshwort

Publishing Company.California

Sumarni, N & A. Muharam. 2005.

Budidaya Tanaman Cabai Merah.

Petunjuk Teknis PTT Cabai Merah

No.2. Balai Penelitian Tanaman

Sayuran. Balai Penelitian dan

Pengembangan Pertanian.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.