BRIKET KULIT BATANG SAGU (Metroxylon sagu) MENGGUNAKAN PEREKAT TAPIOKA DAN EKSTRAK DAUN KAPUK (Ceiba pentandra)

Nurmalasari Nurmalasari, Nur Afiah

Abstract


Telah dilakukan analisis proksimat briket dari kulit batang sagu (Metroxylon sagu) menggunakan perekat tapioka dan ekstrak daun kapuk (Ceiba pentandra). Pembuatan briket dilakukan dengan 3 jenis perekat yaitu P1= tapioka, P2= kombinasi perekat tapioka dan ekstrak daun kapuk, dan P3= ekstrak daun kapuk. Dari hasil pengujian diperoleh kadar air untuk masing-masing sampel P1, P2, dan P3 adalah 5,64%, 5,72%, 5,75%, kadar abu untuk masing-masing sampel P1, P2, dan P3 adalah 7,69%, 7,71%, 7,73%, kadar zat menguap untuk masing-masing sampel P1, P2, dan P3 adalah 9,74%, 8,31%, 7,66%, kadar karbon terikat untuk masing-masing sampel P1, P2, dan P3 berturut-turut adalah 76,93%, 78,26%, 78,86%, dan nilai kalor untuk masing-masing sampel P1, P2, dan P3 adalah 6872 kal/g, 6855 kal/g, 6890 kal/g. Secara keseluruhan kualitas briket kulit batang memenuhi standar briket USA.
Kata kunci: briket, sagu, tapioka, kapuk.

Full Text:

Untitled

References


Agustina, S.E. dan Syafrian, A. 2005. Mesin Pengempa Briket Limbah Biomassa, Salah Satu Solusi Penyediaan Bahan Bakar Pengganti BBM untuk Rumah Tangga dan Industri Kecil. Bandung: Seminar Nasional dan Kongres Perteta.

Gustiana, D. 2014. Biologi Daun. http://dinagust.blogspot.co.id/2014/05/makalah-biologi-daun.htm Diakses, 17 juni 2017)

Kiat, L.J. 2006. Preparation and Characterization of Carboxymethyl Sago Waste and Its Hydrogel. (Doctoral dissertation, School of Graduate Studies, University Putra Malaysia).

Maryono, Sudding, Rahmawati. 2013. Pembuatan dan Analisis Mutu

Briket Kulit Batang Sagu (Metroxylon Sagu) Menggunakan Perekat Tapioka

dan Ekstrak Daun Kapuk (Ceiba Pentandra)

Briket Arang Tempurung Kelapa Ditinjau dari Kadar Kanji. Jurnal Chemica, 14(1). 74-83.

Pane, J. P., Junary, E. dan Herlina, N. 2015. Pengaruh Konsentrasi Perekat Tepung Tapioka dan Penambahan Kapur dalam Pembuatan Briket Arang Berbahan Baku Pelepah Aren (Arenga pinnata). Jurnal TeKnik Kimia, 4(2): 32-38.

Purnomo, R.H., Hower, H., dan Padya, I.R. 2015. Pemanfaatan Limbah Biomassa untuk Briket sebagai Energi Alternatif. ISBN: 978-602-7998-92-6: B-54-67.

Ristianingsih, Y., Ulfa, A. dan Syafitri, R. K. S. 2015. Pengaruh Suhu dan Konsentrasi Perekat terhadap Briket Bioarang Berbahan Baku Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Proses Pirolisis. Konversi, 4(2): 16-22.

Sulistyaningkarti, L. dan Utami, B. 2017. Pembuatan Briket Arang dari Limbah Organik Tongkol Jagung dengan Menggunakan Variasi Jenis dan Persentase Perekat. Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia, 2(1): 43-53.

Sundari, D.W. 2009. Karakteristik Briket Arang dari Serbuk Gergaji dengan Penambahan Arang Cangkang Kelapa Sawit. Skripsi. Universitas Sumatera Utara.

Syakir, M. dan Karmawati, E. 2013. Potensi tanaman sagu (Metroxylon spp) sebagai bahan baku bioenergi. Perspektif, 12(2): 57-64.

Wijayanti, R. 2009. Arang Aktif dari Ampas Tebu sebagai Adsorben pada Pemurnian Minyak Goreng Bekas. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.